Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FH-UMI

1606289762862

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH-UMI), ini dilaksanakan di Desa Sunggumanai, Kecamatan Patallassang, Kabupaten Gowa. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan hukum dengan melibatkan Perangkat Desa, RT dan RW serta Pengurus BUMDes sebanyak 30 orang, Senin 2 November 2020.

Sunggumanai adalah desa di kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia, yang saat ini dipimpin oleh seorang kepala desa yang bernama Abd. Rivai Rasyid. Di Desa Sunggumanai terdapat tiga dusun yaitu Dusun Sailong, Dusun Lamuru dan Dusun Japing. Desa ini salah satu dari 8 desa di Kecamatan Pattallassang yg berbatasan langsung dengan kecamatan somba opu disebelah barat. di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan desa pattallassang. Desa ini merupakan salah satu desa yang mewakili kabupaten gowa dalam lomba desa tahun 2015 di tingkat provinsi sulawesi selatan. melalui semangat gotong royong membangun desa sang kepala desa (Abd. Rivai Rasyid) mampu membawa desa sunggumanai ke arah perubahan yang lebih baik.


Mengenai sarana dan prasarana di desa ini cukup memadai. Mulai dari sarana pendidikan hingga sarana kesehatan.Di desa ini terdapat 2 sekolah dasar yakni SD Inpres Japing, dan SD Inpres Sailong. Pada sarana kesehatan di desa ini sudah memiliki PUSKESDES (Pusat Kesehatan Masyarakat Desa), yang letaknya berada di Dekat SD Inpres Japing serta 4 posyandu dan diantara 4 posyandu tersebut salah satunya adalah posyandu mandiri yang terletak didusun japing.


BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa. Lembaga ini digadang-gadang sebagai kekuatan yang akan bisa mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa dengan berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa. BUMDes harus lahir atas kehendak seluruh warga desa yang diputuskan melalui Musyawarah Desa (Musdes). Musdes adalah forum tertinggi melahirkan berbagai keputuan utama dalam BUMDes mulai dari nama lembaga, pemilihan pengurus hingga jenis usaha yang bakal dijalankan.


Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pembukaan oleh moderator (Muh. Zulkifli Muhdar,SH.,MH) merupakan Dosen Tetap Yayasan Wakaf UMI pada Fakultas Ilmu Hukum UMI dan diikuti pembacaan ayat suci Al-Quran (Do’a).

Dalam kegiatan “Penyuluhan Potensi Desa” oleh panitia pelaksana mempersilahkan kepada pemateri yaitu oleh Dr. Muhammad Rinaldy Bima, SH.,MH. Kegiatan selanjutnya adalah proses tanya jawab yang berkaitan dengan permasalahan Potensi Desa yang dihadapi oleh peserta pelatihan. Hal ini bertujuan untuk memahami potensi desa dengan melihat letak geografis desa tersebut. Selanjutnya menemukan kendala atas permasalahan dan bagaimana cara mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Setelah Tanya jawab selesai, pemateri memberikan post-test, untuk mengukur tingkat penerimaan dan pemahaman peserta selama mengikuti kegiatan pelatihan ini. Dalam kegiatan “Penyuluhan Implementasi Potensi Desa di Desa Sunggumanai” oleh panitia pelaksana mempersilahkan kepada pemateri yaitu oleh Dr. H. Muhammad Kamal Hidjaz,SH.,MH. Kegiatan selanjutnya adalah proses tanya jawab yang berkaitan dengan permasalahan Implementasi Potensi Desa yang dihadapi oleh peserta pelatihan. Hal ini bertujuan untuk memahami implementasi potensi desa tersebut.

Selanjutnya menemukan kendala atas permasalahan dan bagaimana cara mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Setelah Tanya jawab selesai, pemateri memberikan post-test, untuk mengukur tingkat penerimaan dan pemahaman peserta selama mengikuti kegiatan pelatihan ini.


Permasalahan dan hambatan, sebagai berikut. Kurangnya pengetahuan perangkat desa dan masyarakat desa mengenai potensi desa. Hal ini terlihat dari beberapa potensi yang ada ada desa tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah desa. Kesesuaian antara potensi desa dengan perencanaan serta tujuan dana desa belum sesuai, karena tidak semua program alokasi dana desa terealisasi dengan baik. Hal ini diakibatkan kurangnya pengalaman dalam perencanaan kerja yang baik.


Berdasarkan pembahasan, kegiatan pengabdian masyarakat ini ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Kurangnya pengetahuan perangkat desa dan masyarakat desa mengenai potensi desa yang ada. Kedua, Kesesuaian antara perencanaan dan tujuan dana desa belum sesuai, karena tidak semua program alokasi dana desa terealisasi dengan baik. Hal ini diakibatkan kurangnya pengalaman dalam perencanaan kerja yang baik.


Adapun yang menjadi rekomendasi/saran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: Pertama, perlu dilakukan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan bagi perangkat desa dan masyarakat desa tentang potensi desa dengan memperhatikan letak geografis dan sumber daya alam yang ada di desa. Kedua, perlu adanya dukungan Alokasi Dana Desa tidak hanya dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga diperuntukkan bagi pengembangan sumber daya masyarakat desa.

Blog Attachment

Leave us a Comment