Makassar-Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan Kultum Zuhur di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Pada kesempatan tersebut, Dr. Sahban, S.H., M.H., Wakil Dekan IV Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI), hadir sebagai penceramah dengan membawakan tema “Makna Kemerdekaan Menurut Islam.
”Dalam penyampaiannya, Dr. Sahban mengajak civitas akademika UMI untuk tidak memaknai kemerdekaan semata-mata sebagai terbebasnya bangsa dari penjajahan secara fisik, tetapi juga sebagai momentum untuk memahami hakikat kebebasan dalam perspektif Islam.
Menurutnya, kemerdekaan merupakan nikmat dan amanah yang harus disyukuri serta diisi dengan berbagai perbuatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan agama. Kemerdekaan hendaknya menjadi jalan bagi setiap individu untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dr. Sahban menekankan bahwa Islam memiliki pandangan yang luhur mengenai kemerdekaan. Manusia pada hakikatnya diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan dalam kehidupannya, namun kebebasan tersebut tetap harus dilandasi oleh nilai-nilai ketakwaan, keadilan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hak orang lain.
“Kemerdekaan bukan berarti bebas melakukan apa saja, tetapi kebebasan yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” pesan Dr. Sahban dalam kultumnya.
Lebih lanjut, kemerdekaan dalam perspektif Islam juga dapat dimaknai sebagai pembebasan manusia dari berbagai bentuk penghambaan selain kepada Allah SWT. Dengan demikian, kemerdekaan sejati tidak hanya berkaitan dengan kondisi suatu bangsa, tetapi juga menyangkut kebebasan manusia dari kebodohan, ketidakadilan, keserakahan, serta perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Dr. Sahban mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kepedulian sosial. Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Sebagai insan akademik, mahasiswa juga diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan sebagai bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh di lingkungan kampus hendaknya tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Kultum Zuhur tersebut menjadi momentum reflektif bagi civitas akademika UMI, khususnya dalam menyambut dan memaknai peringatan kemerdekaan Indonesia. Pesan yang disampaikan Dr. Sahban diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan para pendahulu yang harus dijaga sekaligus diisi dengan karya dan pengabdian.
Melalui kegiatan keagamaan seperti Kultum Zuhur, FH UMI terus mendorong terbentuknya insan akademik yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kesadaran spiritual. Semangat kemerdekaan diharapkan menjadi energi positif untuk terus berkarya, berkontribusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Kemerdekaan bukan sekadar warisan perjuangan, tetapi juga amanah yang harus dijaga dan diisi dengan kebaikan, ilmu, keadilan, serta pengabdian.