Makassar — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan, Tasrif, S.H., M.H., membekali mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI) dengan wawasan tentang kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Materi tersebut disampaikan dalam rangkaian Seminar Kepemimpinan Mahasiswa Baru FH UMI Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Aljibra UMI.

Kehadiran Tasrif menjadi bagian penting dalam rangkaian pembekalan mahasiswa baru, khususnya dalam membangun karakter calon sarjana hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi serta supremasi hukum.

Sebagai penyelenggara pemilu yang memiliki pengalaman dalam dinamika demokrasi di Sulawesi Selatan, Tasrif memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar kemampuan untuk memimpin orang lain, melainkan juga kemampuan untuk memimpin diri sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap tindakan.

Bagi mahasiswa Fakultas Hukum, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat. Pendidikan hukum tidak hanya membentuk kemampuan memahami peraturan dan norma hukum, tetapi juga menuntut mahasiswa untuk memiliki keberanian, kejujuran, sikap kritis, serta kepedulian terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, Tasrif juga mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membangun kapasitas dan karakter. Mahasiswa didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan.

Pengalaman berorganisasi, berdiskusi, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, serta menghadapi perbedaan pandangan merupakan proses yang dapat membentuk kemampuan kepemimpinan mahasiswa. Kompetensi tersebut akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa nantinya terjun ke dunia profesional maupun mengambil peran di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Tasrif menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa Fakultas Hukum karena mereka dipersiapkan untuk menjadi bagian dari ekosistem hukum dan demokrasi di masa mendatang. Calon sarjana hukum dituntut tidak hanya memahami hukum secara tekstual, tetapi juga mampu melihat hubungan antara hukum, demokrasi, keadilan, dan kepentingan masyarakat.

Antusiasme mahasiswa baru terlihat selama berlangsungnya seminar. Para peserta mengikuti pemaparan dengan aktif dan memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali berbagai pengalaman serta perspektif yang disampaikan oleh Tasrif. Interaksi tersebut menciptakan ruang pembelajaran yang lebih terbuka dan kontekstual bagi mahasiswa.

Seminar Kepemimpinan Mahasiswa Baru FH UMI Tahun 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang awal untuk membangun karakter kepemimpinan calon sarjana hukum. Melalui kehadiran praktisi dan tokoh yang memiliki pengalaman langsung di bidang demokrasi, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan kepemimpinan dan tanggung jawab yang akan mereka hadapi di masa depan.

FH UMI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan hukum yang menyeluruh dengan mengintegrasikan keilmuan, karakter, kepemimpinan, dan pengalaman praktis. Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi hukum yang berintegritas, kritis, kompeten, serta siap mengambil peran dalam mewujudkan kehidupan hukum dan demokrasi yang semakin berkualitas.