Makassar — Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI) menyelenggarakan Kuliah Umum dan Seminar Kepemimpinan bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026, bertempat di Auditorium Aljibra Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa baru dengan wawasan keilmuan, pemahaman tentang profesi hukum, kepemimpinan, demokrasi, serta motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri di tengah perubahan zaman.
Mengusung semangat membentuk mahasiswa hukum yang unggul, berintegritas, dan memiliki orientasi keadilan, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah yang memiliki pengalaman serta kompetensi di bidang hukum, pemerintahan, politik, demokrasi, dan kepemimpinan. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa baru mengenai tantangan dan peluang yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan hukum hingga memasuki dunia profesional.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Yang Mulia Dr. Drs. Muhammad Yunus Wahab, S.H., M.H., Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia, yang membawakan materi bertajuk “Menjadi Insan Hukum demi Menuju Penegakan Hukum yang Berkeadilan: Dari Ruang Kuliah ke Ruang Keadilan.”
Dalam pemaparannya, Muhammad Yunus Wahab mengajak mahasiswa baru untuk memahami bahwa perjalanan menjadi insan hukum tidak berhenti pada penguasaan teori dan materi perkuliahan. Pendidikan di bangku kuliah merupakan fondasi awal untuk membentuk karakter, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum memiliki tanggung jawab moral untuk mempersiapkan diri menjadi insan hukum yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi etika, kejujuran, profesionalitas, dan rasa keadilan. Apa yang dipelajari di ruang kuliah pada akhirnya akan menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki ruang-ruang penegakan hukum dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Prof. Dr. H. Askari Razak, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum UMI, turut memberikan pembekalan melalui materi “Menjadi Sarjana Hukum yang Handal untuk Mewujudkan Keadilan.”
Prof. Askari Razak menekankan pentingnya membangun kapasitas diri sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, menjadi sarjana hukum yang handal membutuhkan perpaduan antara penguasaan ilmu hukum, kemampuan analisis, keterampilan komunikasi, integritas, serta komitmen untuk mewujudkan keadilan.
Mahasiswa baru didorong untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum untuk mengembangkan kompetensi dan karakter. Tidak hanya aktif mengikuti proses pembelajaran di kelas, mahasiswa juga perlu memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mengikuti perkembangan hukum dan masyarakat, serta membangun pengalaman melalui berbagai kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.
Sementara itu, drg. Hj. Andi Rachmatika Dewi, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan motivasi kepada mahasiswa baru melalui pengalaman dan perjalanan dirinya dalam menjalankan berbagai peran di tengah perkembangan zaman.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajak untuk terus meng-upgrade diri di era digital. Perkembangan teknologi dan transformasi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus mampu dimanfaatkan oleh generasi muda. Mahasiswa hukum dituntut tidak hanya memahami hukum secara konvensional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, informasi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Motivasi yang disampaikan menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, beradaptasi, membangun jejaring, mengembangkan keterampilan, serta berani keluar dari zona nyaman. Semangat untuk terus berkembang menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional di masa mendatang.
Kegiatan semakin memperkaya wawasan mahasiswa melalui kehadiran Tasrif, S.H., M.H., Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Selatan, yang membawakan materi mengenai demokrasi dan kepemimpinan.
Tasrif memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual memiliki posisi strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, kritis, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai hukum.
Pembahasan mengenai demokrasi juga dikaitkan dengan kepemimpinan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi individu yang memiliki kompetensi profesional, tetapi juga diharapkan mampu tumbuh menjadi calon pemimpin yang memiliki integritas, kemampuan mengambil keputusan, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
Rangkaian Kuliah Umum dan Seminar Kepemimpinan tersebut memberikan pengalaman akademik yang komprehensif bagi mahasiswa baru FH UMI. Empat narasumber dari latar belakang yang berbeda menghadirkan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari penegakan hukum dan keadilan, kompetensi sarjana hukum, pengembangan diri di era digital, hingga demokrasi dan kepemimpinan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum UMI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam penguasaan ilmu hukum, tetapi juga membentuk generasi hukum yang berkarakter, adaptif, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam perjalanan akademik di Fakultas Hukum UMI. Dari ruang kuliah, mereka dipersiapkan untuk menghadapi ruang pengabdian dan ruang keadilan dengan bekal ilmu, karakter, kepemimpinan, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang.
Dengan semangat “dari ruang kuliah ke ruang keadilan”, mahasiswa baru FH UMI diharapkan mampu menjadikan masa pendidikan sebagai proses pembentukan diri menuju insan hukum yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada terwujudnya keadilan.