Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. UMI resmi dipercaya oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara program peningkatan kualifikasi akademik bagi personel fungsi Reserse Kriminal (Reskrim). Kepercayaan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/804/IV/DIK.2.6./2026 tanggal 21 April 2026, yang menetapkan UMI sebagai salah satu kampus mitra Polri dalam mendukung peningkatan kompetensi akademik personel Reserse. Di Sulawesi Selatan, hanya terdapat dua perguruan tinggi yang memperoleh kepercayaan tersebut, yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Kepercayaan ini menjadi bukti nyata atas kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta rekam jejak UMI dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas. Saat ini, UMI didukung oleh 117 profesor (guru besar) yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, menjadikannya salah satu perguruan tinggi swasta dengan jumlah guru besar terbanyak di Indonesia. Kekuatan sumber daya akademik tersebut menjadi modal utama UMI dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Khusus di Fakultas Hukum UMI, terdapat 15 Guru Besar yang memiliki kepakaran di berbagai bidang hukum, mulai dari hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum internasional, hingga hukum bisnis. Para guru besar tersebut selama ini aktif berkontribusi sebagai akademisi, peneliti, konsultan, anggota tim ahli pemerintah, narasumber nasional, mediator, arbiter, hingga penyusun berbagai regulasi dan kebijakan publik.
Reputasi Fakultas Hukum UMI juga diperkuat oleh kiprah para guru besarnya yang menduduki posisi strategis di tingkat nasional maupun daerah. Salah satunya adalah Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., yang dikenal sebagai pakar hukum tata negara, aktif menjadi tim ahli, narasumber berbagai lembaga negara, serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi dan kebijakan hukum di Indonesia. Di samping itu, Guru Besar Fakultas Hukum UMI lainnya juga banyak dipercaya sebagai anggota tim ahli kementerian, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta lembaga-lembaga strategis lainnya.
Keberadaan 15 Guru Besar Fakultas Hukum tersebut menjadi kekuatan akademik yang sangat relevan dalam mendukung peningkatan kompetensi personel Reserse Polri. Dengan pendekatan yang memadukan teori, praktik, riset, dan penguatan etika profesi, UMI diyakini mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan analisis hukum, integritas, dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam penegakan hukum modern.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kepercayaan dari Polri merupakan amanah besar sekaligus pengakuan terhadap kualitas pendidikan yang terus dibangun UMI. Menurutnya, UMI akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi strategis dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi UMI untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan institusi negara, khususnya dalam peningkatan kapasitas aparat penegak hukum,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung semangat Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, UMI terus memperluas perannya dalam pembangunan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kepercayaan Polri ini semakin mempertegas posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan dan sumber daya manusia profesional yang siap menjawab tantangan penegakan hukum di era modern.
Sumber: Diolah dari Tribun Makassar, 14 Juli 2026.